Archive for the ‘Raja Kecil’ Tag

KISAH SEHARI DI NEGERI BAHARI   1 comment

Dear Bentoeliser

Melanjutkan posting (tulisan) Refreshment saya di Rumah Sadhana, tanggal 22 April 2018 lalu, berikut saya sampaikan catatan Sehari di Negeri Bahari itu.

Sebagai apresiasi saya kepada semua saja yang telah berjasa mengupayakan, terlibat dan berpartisipasi di dalamnya sehingga helatan “Sehari Di Negeri Bahari” bisa terealisasi baik membahagiakan semua yang hadir saat itu di Tegal, 28 April 2018. Maka inilah catatanku untuk kita sekalian …

Setiap pertemuan bergulir kepada perpisahan adalah hukum alam yang tak bisa dielakkan. Siapapun selalu merindukan kehadiran. Namun akhir, ya meskipun biasa tidak dikehendaki, namun sebuah moment ending atau perpisahan itu adakalanya justeru menjadi suatu awal hadirnya keindahan sebagai dampak dari pertemuan.

Kisah Sehari di Negeri Bahari sebagaimana judulnya yang memang dirancang hanya untuk selesai sehari, namun menjadi satu dari sedikit kisah dimana bagian ending pada Sehari di Negeri Bahari ini justeru istimewa karena menjadi kunci pembuka simpul akhir yang menjadikannya pintu pertemuan-pertemuan (silaturahmi) baru dan selanjutnya – betapa sangat blur antara pertemuan dan perpisahan oleh karenanya. Saya percaya semua yang hadir di Tegal baik yang hadir sejak hari Jumat maupun Sabtu, merasakan hal yang sama dengan saya, bahwa kami tidak merasakan aura perasaan menjadi yang terdahulu dan yang kemudian, semua hadirin adalah sama – sama-sama hadir di saat dan peristiwa yang sama, sama-sama tamu kota Tegal tanpa ada gap di antaranya.

Sehari di Negeri Bahari sukses menciptakan nuansa kerinduan seorang saudara menyongsong kehadiran saudaranya yang lain. Sambutan hangat dari para saudara kepada saudaranya yang lain yang hadir kemudian, terjadi dan terjaga begitu indahnya dengan tanpa mengurangi kadar kekhusyukan acara yang sedang berlangsung. Justeru sebaliknya. Acara itu sendirilah yang seolah memang telah sengaja dipersiapkan sebagai pesta besar menyambut saudara yang lama terpisah oleh region dan waktu. Kami bisa merasakan kebahagiaan itu.

IMG-20180430-WA0001

Nyaris tidak terasa acara seremonial resmi yang saya alami di kesempatan Sehari di Negeri Bahari – sepanjang hari Sabtu 28-04-2018 sedari pagi hingga lewat tengah malam saat saya meninggalkan Hotel Alexander menuju Stasiun Tegal yang senantiasa benderang itu, untuk kemudian melakukan perjalanan pulang ke Surabaya. Pagi hari ketika saya bermaksud untuk registrasi ulang kepada “panitia”, yang istimewa adalah saya justeru diminta bergabung menggaulkan diri saya kepada kawan-kawan yang sudah hadir terlebih dahulu yang tengah berkumpul di lantai 2 Hotel Alexander. Sangat tampak rona keletihan pada raut Pak Kurniawan Junaedhie, Pak Adri Darmadji Woko, juga Bu Evi Manalu karena upaya besar beliau demi pertemuan ini mengejawantah – sungguh apresiasi besar dan takzim kami kepada beliau semua, yang dengan kerendahan hati yang sedemikian anggunnya telah rela menanggalkan busana kebesaran itu – jauh lebih daripada kesan panitia atau pun sesepuh di DNP, beliau semua justeru mengambil peran sebagai para orang tua yang rindu dan sangat bahagia menyambut putra-putrinya, dan sebagai anak yang menyambut orang tuanya serta sebagai sahabat yang penuh kesyukuran menyambut hangat para sahabat mereka.

Waktu siang terasa begitu cepat bergulir berkat sesi sharing tentang Sastra Itu Menyenangkan yang dipandu apik oleh Mas Kurnia Effendi dan Mbak Ni Made Purnama Sari, dan Pak Dr. Handrawan Nadesul dengan paparan “Penyair Sehat, Puisi Kuat”-nya yang kampiun itu. Kami sebenarnya belum mencapai klimaks karena masih sangat penasaran akan kejutan-kejutan slide-slide yang masih misteri, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 17.00, karena pemaparnya adalah seorang dokter yang tentunya menjunjung tinggi semboyan kesehatan dimulai dari kebersihan dan sanitasi diri, maka akhirnya dengan perasaan berat hati kami pun harus merelakan slide-slide yang masih tersisa itu (konon mencapai 150 slide) untuk tidak hinggap di mata kami, karena kami masih ada tugas dan kewajiban lain yang juga penting harus kami tunaikan –  yaitu mandi.

Sesi malam yang merupakan puncak Sehari di Negeri Poci yaitu peluncuran buku “Negeri Bahari” – buku fiksi (eh, puisi ding) yang tebalnya sangat spektakuler itu mengakibatkan hadirnya 2 pesta besar yang pecah di Tegal. Pantas dan selayaknya kami memohon maaf kepada masyarakat Tegal karena Pak Plt Walikota mereka kami “bajak” malam itu untuk turut serta mengguyup puisi bersama kami.

New Image

Puncak acara malam itu menjadi sedemikian megahnya berkat tatakelola panggung dan tata-cahaya yang begitu menawan, dipandegani oleh duo maut MC DNP yaitu Mas Joshua Igho dan Mbak Dhenok Kristianti (a.k.a Ay DhenKrist), plus terlantunkannya lagu Amazing Grace yang merdu dan demikian ekspresif dari vocal Mbak Shinta Miranda yang menghipnotis itu tak pelak menjadikan acara Sehari di Negeri Bahari menjadi genap spektakulernya dan emmeijing.

FB_IMG_15250150079655560

Semoga persaudaraan dan kemesraan ini janganlah cepat berakhir. Lagu Con Te Partiro bolehlah terus mendengung di dalam ruang batin kita masing-masing, menjadi kenangan-kenangan indah 28-04-2018 di Tegal, tapi Amigos Para Siempre biarlah terus terpateri di setiap hati kita. Mari kita syukuri oleh-oleh abadi yang kita bawa dari Tegal, silaturahmi keluarga DNP. Para founding ones telah menyediakan saluran komunikasi di facebook, dan kini sebagai oleh-oleh istimewa dari Sehari di Negeri Poci, telah ditambahkan sarana ukhuwah di WhatsApp teristimewa bagi kita semua yang hadir di Tegal akhir pekan lalu. Layak dan sepantasnyalah bersama-sama kita jaga dengan segenap semangat ketulusan persaudaraan.

Saya kok merasakan grup WA ini beda dan menjadi istimewa karena lahir justeru setelah pesta sukses dihelat, pada saat semua sama-sama berada di puncak kebahagiaannya untuk hal yang sama-sama dialaminya, saat semua berbagia menemukan saudaranya (saudara di dua alam = alam maya dan alam nyata). Faktanya sebelum peristiwa Tegal, saya di facebook paling hanya berani nimbrung atau nge-like pada postingan Pak KJ, Pak Adri dan beberapa kawan saja seperti Pak Bambang BEP, Pak Bambang Widiatmoko. Lha sekarang jadi banyak. Seeing is believing mungkin itulah yang sebenarnya terjadi di Sehari di Negeri Bahari ketika Sastra itu memang benar-benar menyenangkan dan menyehatkan.

Akhir kata, sekali lagi apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua saja yang telah bersusah payah berkat upaya besarnya sehingga menjadikan acara Sehari di Negeri Bahari – 28-04-2018 ngejawantah sukses berakhir bahagia dan berkesan manis untuk semua.

Tiada gading yang tak retak, namun biarlah kebahagiaan kami semua sebagai saksi hidup Sehari di Negeri Bahari, semoga lebih dari cukup bisa menutupi bagian-bagian yang retak itu sekiranya memang ada.

DNP one for all, all for one.

Salam poci, sampai jumpa di kenduri-kenduri DNP selanjutnya.

 

Salam Bentoelisan

Ben Sadhana

Iklan
%d blogger menyukai ini: