Archive for the ‘Kanker’ Tag

Ijinkan Kami Menawar TakdirMu   26 comments

Halo Bentoeliser,

Hari itu, Sabtu 15 Mei 2010 Mas Ben bersama tim dari MetroTV berkesempatan menerima berkat Indah, secara nyata merasakan kehadiran Tuhan di Rumah Kita YKAKI [Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia]. Di sana Mas Ben merayakan kehadiran Tuhan melalui gelak tawa dan keriangan anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit kanker yang mendera mereka.

Raga-raga kecil di rumah itu penuh riang menyambut kehadiran kami, lebih bahagia dari kami yang digelayuti rasa gundah membayangkan wajah-wajah menahan sakit di sepanjang perjalanan kami menuju YKAKI. Anak-anak itu berebutan menyambut tangan kami dan mencium hormat, beberapa ada yang mengulurkan tangan meminta digendong, dan memeluk.

Sejenak kami bercanda ria dengan semua yang ada di dalam rumah itu, termasuk dengan orang tua dan kerabat yang menunggui buah hati mereka selama masa pengobatan.

Acara dimulai dengan pemutaran video sekilas tentang Rumah Kita, yang menarasikan sejarah dan misi pembentukan rumah kita. Ibu Pinta Manulang, ketua yayasan memaparkannya dengan rasa haru. Ya, Rumah Kasih lahir sebagai prasasti abadi bagi buah hati tercinta beliau yang direnggut oleh kanker. Beliau bersama kawan senasib, berinisiatif membantu dan meringankan beban keluarga yang putra-putri mereka mengalami hal sama dialami putera Ibu Pinta.

Berawal dari sebuah rumah petak berkapasitas tampung untuk 5 orang, hingga kini telah berbuah menjadi 2 unit rumah di Jl. Percetakan Negara IX/3 [Rumah Kita 1] dan Jl. Anggrek Neli Murni Blok A/110, Jakarta Barat [Rumah Kita 2 – dalam proses renovasi] yang masing-masing mampu menampung lebih dari 40 orang. Sengaja dipilih kedua lokasi tersebut dengan pertimbangan mendekati rumah sakit RSCM dan RSPAD Gator Soebroto serta Dharmais. Status kedua rumah itu masih kontrak, dan menjadi impian bagi Ibu Pinta dan pengurus lainnya untuk boleh memiliki rumah itu. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung niat mulia itu, salah satunya dengan gerakan mengumpulkan donasi melalui @ksi Rp. 10.000,- di Alfamart, yang sudah dimulai per awal bulan Mei 2010.

Acara dilanjutkan dengan penyampain maksud dan tujuan kunjungan oleh Mbak Andini dari MetroTV, mewakili rombongan yang dihadiri juga oleh Pak Andy F Noya.

Kebahagian berbalut keharuan meruak tatkala anak-anak penderita kanker dengan segenap antusias memperagakan kemahiran mereka menari dan menyanyi. Mereka menari dan bernyanyi seolah tidak ada sakit di tubuh mereka. Sungguh-sunguh Tuhan hadir menunjukkan karya kasihNya pada hari itu di Rumah Kita.

Walau demikian Mas Ben tetap tak kuasa menyembunyikan rasa haru-nya, ketika dia melihat Ziad seorang Anak kecil dari Batam seusia putranya di gendongan ibunya, yang menderita kanker di mata kanannya. Anak itu begitu mirip dengan Gus Atya, putranya. Ziad kecil terkulai lemah di pangkuan ibunya, sesekali dia mengangkat kepalanya melihat ke arah kawan-kawannya yang lebih besar menari dan menyanyi; wajahnya tersenyum kecil menahan sakit seolah ingin berkata, aku juga mau nyanyi dan menari seperti kakak-kakak itu. Mas Ben sempat terseguk ketika bercakap dengan ibu Ziad, “Anak yang manis, Bu. Ziad seusia dan mirip dengan anak saya.” Mas Ben melihat keharuan yang sama menggelayut di mata ibu Ziad.

Selesai makan siang, kami mesti berpisah sementara dengan para penghuni Rumah Kita YKAKI, karena sudah ada acara dan janji lain yang harus digenapi oleh anak-anak manis dan kuat itu.

Mas Ben, kembali menghampiri Ziad dan ibunya, menyalami mereka, berpamitan dan mendoakan untuk kesembuhan Ziad dan anak-anak lainnya.

Sepanjang perjalanan pulang, masih terbayang keceriaan dan terngiang di telinganya nyanyian indah mereka. Samar-samar Mas Ben merasakan doa mereka :

Tuhan terima kasih kami untuk hari ini,

Engkau kirimkan kepada kami kawan,

yang menghibur dan berbahagia menikmati tarian dan nyanyian kami,

Tuhan terima kasih kami atas penguatanMu,

menawarkan sakit di tubuh kami,

hingga kami Kau mampukan menari dan bernyanyi riang,

Memupuskan rasa sedih mereka yang menyayangi kami

Tuhan,

Terimakasih untuk kasih sayang orang tua kami

yang setia menunggu merawat kami

dengan kehadiran mereka di samping kami dan

di dalam doa mereka

Tuhan, dalam kerapuhan kami bermohon

Ijinkan kami untuk merasakan keindahan hari ini

lebih lama dan sering

Iijinkan kami untuk lebih lama meneguk kasihMu

dari mereka semua yang menyayangi kami

Kami masih ingin menari dan bernyanyi

untuk mereka dan bersama mereka semua …

Tuhan, ijinkan kami menawar takdirMu

untuk kami …

Buru-buru Mas Ben menyeka matanya dari bulir-bulir hangat yang hendah tertumpah dari kelopak matanya.

Beberapa penumpang bus menyaksikan, dibalas Mas Ben dengan senyum.

Tiba di rumah, Mas Ben langsung mencari Gus Atya, putranya; menggendongnya, menciumnya dan membisikkan, “Bapak sayang kamu, Nak.”

Salam bentoelisan

Mas Ben

Iklan

Posted Mei 17, 2010 by Ben Sadhana in Jurnal

Tagged with , ,

%d blogger menyukai ini: