Archive for the ‘Bengawan Solo’ Tag

Bengawan Solo dan Kebangkitan Nasional   15 comments

Halo Bentoeliser,

Jenazah sang legendaris keroncong asal Solo diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 10.00 WIB menuju Pendapi Gede Pemerintah Kota Surakarta untuk disemayangkan. Ratusan siswa, para seniman, dan warga Kota Solo yang berdiri di sepanjang Jalan MT Haryono memberikan penghormatan terakhir almarhum dengan cara mengalunkan lagu Bengawan Solo saat jenazah diberangkatkan. Alunan lagu Bengawan Solo diiringi musik keroncong yang dimainkan para seniman Solo itu, membuat para takziah mengingat kebesaran sang pencipta lagu tersebut. [Antara News, Jumat, 21 Mei 2010 15:54 WIB]

Lagu Bengawan Solo, salah satu masterpiece karya budaya nasional tidak bisa dipisahkan dengan sosok Gesang Martohartono. Lagu dengan lirik sederhana yang terlahir pada tahun 1940 berkat rasa kagum atas keilahian dari seorang Gesang muda yang saat itu berusia 23 tahun, ketika ia sedang duduk di tepi sungai Bengawan Solo.

Tak dinyana berkat kesederhanaan lirik dan nadanya, justeru menjadikan lagu Bengawan Solo termasyur bukan hanya di Indonesia saja, namun juga menjadi kebanggan pencintanya di mancangera. Lagu Bengawan Solo juga memiliki popularitas tersendiri di luar negeri, terutama di Jepang. Bengawan Solo sempat digunakan dalam salah satu film layar lebar Jepang. Dan Setidaknya telah diterjemahkan dalam 13 bahasa

Kaisar Akihito telah menganugerahkan penghragaan tertinggi kepada Gesang tahun 1992. Pada tahun yang sama Presiden Soeharto atas nama bangsa dan Pemerintah RI juga memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, kepada Gesang.

Kini Gesang, sang maestro itu telah wafat pada usianya menjelang 93 tahun [1 Oktober 1917 – 20 Mei 2010] tepat pada hari Kebangkitan Nasional. Gesang sudah tidak gesang lagi, namun ruhnya akan terus menyawai lagu Bengawan Solo, karya masterpiece-nya yang akan tetap membahana di hati para penggemarnya di seluruh dunia.

Hendaknya wafat Gesang pada hari kebangkitan nasional ini, bisa menjadikan pemicu semangat bagi kita semua untuk membangkitan rasa cinta tanah air dan kepedulian akan warisan karya budaya nasional. Menumbuhsuburkan rasa memiliki dan melestarikan pada setiap sanubari demi negeri ini, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Kita tentu masih ingat beberapa waktu lalu ada klaim dari warga Belanda yang mengaku sebagai pencipta lagu Bengawan Solo. Sebelumnya kita pun “nyaris” berseteru dengan saudara jiran kita Malaysia, karena klaimnya atas beberapa simbol kebudayaan dan wilayah teritorial kita.

Sudah saatnya bagi kita dengan even seabad Kebangkitan Nasional ini untuk introspeksi nasional, membasuh hati kita membuang segala debu amarah dan onak nafsu menguasai. Hilangkan pertikaian berjubah ketamakan. Kita semua bersaudara, setanah air, berkepentingan sama menuju kemakmuran adil dan merata. Segera usaikan amarah, jangan ada lagi peristiwa amuk seperti di Sumbawa, Mojokerto dan juga banyak terjadi di daerah lain.

Kita bersatu Indonesia jaya makmur sejahtera, sebagaimana citra kita masa lalu. Mari kita kembalikan citra itu.

Bangkitlah Indonesiaku.

Salam bentoelisan

Mas Ben

Iklan

Posted Mei 22, 2010 by Ben Sadhana in Apresiasi

Tagged with , , , ,

%d blogger menyukai ini: