BENTOELISAN

Tegas – Lugas – Ringkas – Cerdas


Tinggalkan komentar

Siapa Wahai

Wahai !

Siapakah engkau ?

Sang pagi – yang telah menghantarkan puisi cinta

Sang siang – yang telah menjaga hangat sanubari

Sang senja – yang telah mendendangkan indah serenade cinta

Sang malam – yang telah memintal cinta dalam nikmat pagutan setia

 

Wahai !

Siapakah engkau ?

Sang api – yang setia membakar membarakan api cinta

Sang angin – yang setia mengayun buai cinta menebar semerbak wangi

Sang air – yang setia menyiram mengairi subur cinta

Sang badai – yang setia menggoyang menguji menguatkan akar cinta

 

Wahai !

Dimana engkau, hendak kemana ?

Wahai sang cerah – yang telah menyaput luruh mendung kabut cinta,

menukarnya dengan pelangi warna warni

 

Wahai !

Kepadamu sang alam dan sang waktu

kutitipkan cinta, demi masa, Amboi !

 

———-

Ben Sadhana

[Sambiarum, 24 Juli 2017]

 


Tinggalkan komentar

HAIKU Bunda Maria

– 1 –

Dalam dukaku
Ingin kumaki nasib
Ampun Bundaku

– 2 –

Gelap meraja
Kurapal Rosarimu
Terang malamku

– 3 –

Padamu Bunda
Kudaraskan Litani
Bunda Penebus

– 4 –

Kumemadahkan
O terpuji Maria
Dalam kusyukku

– 5 –

Santa Maria
Bunda yang tak bercela
Aku memohon

– 6 –

O Matter Dei
O Santa Bunda Allah
Bantulah kami

– 7 –

Bunda Maria
Lambang kesetiaan
Keberserahan

– 8 –

Dalam Maria
Tersimpan kasih murni
Tak kudustakan

– 9 –

Kisah di Kana
Simbol kemuliaan
Putramu Raja

– 10 –

Bunda Maria
Kerahimanmu nyata
Kitab mencatat

– 11 –

Putramu wafat
Dalam pangku imanmu
Firman tlah genap

– 12 –

Baktimu besar
Kudus keluargamu
O Bunda Yesus

– 13 –

Bunda Maria
Ibu keluargaku
Salam Maria

– 14 –

Santa Maria
Bunda yang tak bercela
Aku memohon

– 15 –

Ratu Rosari
O Pintu permohonan
Kasihmu kekal

– 16 –

Santa Maria
Bagimu kumadahkan
Kemulyaaan – Amin

 


Ben Sadhana

[Sambiarum, 23 Juli 2017]

 

 


Tinggalkan komentar

Selamat Pagi Tuhan

Waktu menunjukkan pukul 07.00,  dan aku sudah rapih ngganteng rambut tersisir rapih ala Don Corleone di filem The Godfather, seingatku ini peristiwa mandi terpagi dalam sejarah hari Mingguku. Setelah berdoa kepada Bunda Maria, kuambil posisi nyaman di beranda kamar tempatku bermalam, kumanjakan mata ini oleh pemandangan pemukiman dengan sungai yang begitu tampak indahnya dari tempatku duduk, mengingatkanku kepada kampung kali code, pemukiman apik olah karya tangan dingin Almarhum Romo Mangun. Di tanganku sudah tergenggam buku baru souvenir yang kuperoleh dari kegiatan workshop hari pertama kemarin, seolah taksabar untuk segera kulahap setiap larik kata-katanya.  Entah, Roh baik mana yang telah membangun kesadaranku pagi ini.

“Bangun Mas,  sudah siang.  Jangan sampai rejeki kita dicolong setan.” – Alarm ragawi yang sama setiap pagi selalu dari isteriku,  terkadang ada aksi sergapan optimus dari putra kami. “Ya udah,  lanjutkan saja tidurmu,  biar dikeloni setan.”  Gerutu isteriku selalu seperti itu ketika setiap kali pula aku lebih memilih menikmati kemanjaan pagiku.

Yup,  selamat pagi Tuhan. Terimakasih berkatMu kepadaku sebab seorang isteri yang baik juga seorang anak yang cerdas dalam kenakalan kanak-kanaknya. Pagi ini memang tidak bisa kupeluk engkau wahai istri dan putraku sebagaimana biasa pagi-pagi kita,  tapi terimakasih telah tetap kaubangunkan aku dari kota sebelah, yang tetap kurasakan kasih sayang itu.

 


Ben Sadhana

[Malang, 9 Juli 2017]


Tinggalkan komentar

Kisah Kabel Laptopku

Aku punya kegemaran baru. Obsesi yang telah lama tenggelam, kini bangkit lagi ke permukaan. Menulis – ya, aku mulai suka lagi menulis, menjadi betah berlama-lama di depan gadgetku; baik laptop maupun ponselku. Keasyikan yang ketemukan kembali itu rupanya, berdampak nyata yang sangat dirasakan oleh isteriku – mulai dari diriku yang berubah menjadi “pendiam” yang jika ditanya karena sedang mencari ilham dan ide jawabanku yang telah menjadi template standar. Aku juga menjadi sok jaim kalau diajak bercanda anak, dan paling fatal adalah karena aku jadi suka alpa melaksanakan tugas nguras bak mandi, yang kemudian atas kesepakatan bilateral antara ibu dan anak, kini lebih sering anakku yang berperan sebagai pelaksana tugas mingguanku itu.

Aku ingat, betapa gundahnya hatiku tatkala dengan senyum kemenangannya, isteriku puas menyaksikan aku tidak lagi bisa menuangkan ideku dengan sempurna, karena kabel adaptor laptopku telah dalam penguasaan penuh istriku, tersembunyi di tempat yang sangat rahasia. Setiap aku merajuk menanyakan keberadaan kabel adaptor laptopku, selalu tersaji jawaban yang pasti sama dari isteriku, “yang terakhir pakai laptop siapa, kan bukan aku.”

Menghadapi situasi ini, benar – benar aku terpuruk dalam kemeranaan. Hingga akhirnya muncul ide brilianku – aku mulai gunakan kata – kata bermajas bernuansa sastrawi nan puitik tatkala kusapa dan bercakap dengan istri dan anakku, sebagai pelampiasan ide yang tidak bisa kutuangkan melalui layar laptopku. Istriku dan anakku yang semula tabah, akhirnya tumbang juga. Pada suatu sore yang cerah, ketika aku sedang berbagi kisah kepada istriku, dengan kata-kata sastrawi dan puitis, istriku pun beranjak dan sejenak kemudian telah kembali dengan tas kresek di tangannya seraya berucap, “Mending diam deh. Nih kabelnya, diketik saja kata-katamu itu.” – Sebuah instruksi yang tentu saja kusambut gembira, dan dengan suka cita kulaksanakan dengan riang ria. Kulihat istriku sudah larut dalam keasyikannya, nonton drama India di tivi.

 


Ben Sadhana

[Sambiarum, 21 Juli 2017]


Tinggalkan komentar

Ada Pelangi Di Matamu

Halo Bentoelisers,

Tidak berbeda dengan kebanyakan para pelaku social media yang lain, ketika hari Minggu pagi tanggal 18 Desember 2011 Mas Ben terjaga, maka hal pertama yang dilakukannya ketika terjaga dan mendapati kesadarannya kembali adalah meraih handphone semata wayangnya, guna cek n ricek status facebooknya.

Namun berbeda dengan hari biasanya, pagi itu Mas Ben dipaksa untuk terpana pada sebuah status  dari seseorang yang sangat berarti dikenal olehnya yang tepat berada pada urutan teratas status para kawannya di halaman “beranda” FB, begini bunyinya [dikutip sebagaimana adanya] :

mlm ini aku tdk bisa nyenyak. setiap terbangun yg ada di hati n mataku rasanya msh melihat kantorku (DAP) yg sdg dilalap api. begitu kejam, sedih,sakit, perih membayangkan semua. katorku + pabrik tanpa sisa. semua karyawan hny bisa meneteskan air mata tanpa kata. ya Allah.. kami sdr dlm kesedihan ini bhw semua milikmu

SukaTidak Suka ·
· Bagikan · Kemarin jam 6:32 melalui BlackBerry ·
Serta merta Mas Ben langsung menuju profil pemilik status tersebut.
Kaget dan tidak mampu berkata-kata. Mas Ben dipaksa menerima berita tidak diharapkan di pagi itu. Ya perusahaan cabang Medan di mana Mas Ben berkarya bakti di Pabrik Pusatnya, telah dilalap si jago merah pada hari Sabtu sore tanggal 17 Desember 2011.
Oh tidak mungkin. Mana mungkin bisa ? Mas Ben sangat terpkul menerima kenyataan ini.
Masih setengah percaya, Mas Ben menelusuri setiap komen yang menyertai status tersebut. Ya, memang benar. Perusahaan yang telah menorehkan berjuta kesan dan kenangan indah pada diri Mas Ben, dalam dua kesempatan kunjungan kerjanya di sana, kini telah musnah dilalap si jago merah.
Benedikt Agung Widyatmoko Saya yg pernah merasakan nikmatnya berkantor di DAP Medan merasa sedih dan terpukul dgn peristiwa ini. Namun saya yakin bhw DAP Medan akan bisa bangkit lg menjadi leader dan cerminan perusahaan yg baik di antara DAP Nasional lainnya berkat adanya kawan2 yg selalu bekerja bahu membahu menyajikan kontribusi baik penuh cinta pada perusahaan dan pekerjaan. Kemarin jam 8:35 · Suka
Hanya itu, kalimat balasan yang tercipta dari diri Mas Ben dalam perasaanya yang campur baur antara sedih, haru dan terpukul, melengkapi beberapa kalimat empati lainnya.
Perasaan dalam batin Mas Ben semakin tak terkirakan kesedihannya tatkala menrima pesan singkat dari seorang sahabat karyawan pabrik cabang Medan :
“Kami down semua Pak. Karyawan  yang perempuan pada nangis histeris pada saat kejadian. Sedih sekali Pak, pabrik tempat kita mengais rejeki sudah terbakar, … Mohon dukungan doanya buat kita di Medan. Tks, GBU.”
Bergetar tangan Mas Ben menggenggam ponsel, tak kuasa menahan lagi kesdihannya. Mas Ben larut dalam keharuan yang sangat.
Rekaman keindahan persahabatan dengan kawan – kawan di Medan sekejab menghiasi ruang batin dan pikiran Mas Ben, seolah dipertontonkan slide suasana penuh kekeluargaan yang bersaja antara Mas Ben dan kawan-kawan di sana,
Semua kenangan dan kebersamaan yang indah di bangunan gedung yang resik itu tidak mungkin bisa terhapus dari ruang ingatan Mas Ben.
Namun peristiwa Sabtu sore, 17 Desember 2011 telah memporakporandakan prasasti hati kami yang beralamat di komplek Kawasan Industri Medan (KIM) Star, Kecamatan Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara [Lih berita].

Terbersit pengobat hati ketika menerima sms lanjutan dari sahabat yang menjelsakan bahwa kawan-kawan di sana pada hari Minggu 18 Desember 2011, berkumpul di gedung pabrik [gudang lama] kamu, bahu membahu mempersiapkan tempat kerja mereka yang baru, guna bisa segera melanjutkan darma karya mereka untuk perusahaan.
“Tks Pak. Kami lagi kerja mempersiapkan kantor baru di Gudang Lama. GBU.”
didukung status indah lainnya :
saya salut buat teman2 yg memiliki loyalitas yg sgt tinggi utk hadir pd hari ini bergotong royong di kantor DAP lama. kita hrs bangkit dgn penuh semangat utk saling bahu membahu. kebaikan/loyalitas itu cerminana dari diri kita sendiri.

SukaTidak Suka ·
· Bagikan · 19 jam yang lalu melalui BlackBerry ·

Oh, praise for God. Tuhan Mahabesar dengan segala firmannya, yang telah menjaga hati kawan-kawan kami di Medan. Tuhan menatang kawan-kawan kami bangkit menjauh dari rasa putus harapan. Semangat pelayanan yang sangat luar biasa dari kawan-kawan kami sontak mendongkrak saya pun turut bangkit. Mendukung dalam doa agar perusahaan cabang kami di Medan [Deli Serdang, tepatnya] akan segera pulih kembali berkat semangat dan  kekompakan kawan-kawan kami di sana,

Berikut status FB dari kawan-kawan di sana yang sengaja saya share sebagai tanda baik kebangkitan kembali perusahaan cabang kami di Tanjung Morawa, Deli Serdang.
I Love KINGKOIL, I Love DAP. kuserahkan fikiran n tenagaku untukmu DAP. setelah duka pasti ada suka cita. Semangat…..

SukaTidak Suka ·
· Bagikan · 4 jam yang lalu melalui BlackBerry ·
Hujan di pagi hari selama 2 hari ini mengiringi kesedihan yg di alami oleh DAP Cab.Medan tetapi Teman2 harus tetap SEMANGAT

SukaTidak Suka ·
· 9 jam yang lalu melalui BlackBerry ·
Semua sudah ada yang atur.. Apupun yang trjadi semuanya krn Tuhan msh sayang pada kita.

SukaTidak Suka ·
· 5 jam yang lalu melalui seluler ·
Apapun yg kurasakan hari ini ya Tuhan, buatlah aku tetap tersenyum, karena aku percaya tak ada satupun yg terjadi dalam hidupku, tanpa Allah peduli,,, Semangat….!!!
SukaTidak Suka ·
· 9 jam yang lalu melalui BlackBerry ·
Tuhan akan Merangkul Kita Smua, dlm Suka maupun Duka.. Smangattttttt…

SukaTidak Suka ·
· 9 jam yang lalu melalui BlackBerry ·
Sudah selayaknya perusahaan kita bangga dan merasa beruntung memiliki kalian semua, kekayaan yang tidak akan mampu dinilai dengan sebesar apappun juga. Kalian memang luar biasa.
Maju terus kawan-kawanku. Maju terus PD. DAP Cabang Medan dan PT. DAP Nasional. Akan ada bianglala indah menyonsgsong di depan setelah hujan air mata.
Salam bentoelisan
Mas Ben