Denisa   Leave a comment


Denisa primadona keluarga kami. Bukan cuma aku, suami dan anak-anak kami, bahkan Rosidah pembantu rumah tangga kami, sangat sayang padanya, berkat penampilannya yang kalem, sikapnya yang penurut serta tidak neko-neko. Tidak cuma satu dan sekali saja, beberapa tamu kami pun melontarkan pujian. “Wah, beruntung lho Jeng, bisa adopsi anak yang imut manis menggemaskan gini” – demikian pujian selangit dari Bu Condro kepada Denisa saat acara arisan di rumah kami.

Kepanikan meliputi keluarga kami. Denisa menghilang dari rumah. Semua panik termasuk Rosidah yang tak kurang paniknya, sampai tugas pokok mengurus housekeeping rumah dan mengatur semua keperluan untuk keluarga kami ditinggalkannya, demi berkeliling ke setiap rumah di kompleks kami demi melacak keberadaan Denisa. “Sudah dua hari Denisa tidak pulang, bagaimana ini Bu”, – kesedihan mendalam terbaca jelas di wajahnya. “Apa kita lapor polisi saja Bu ?” – imbuhnya, yang segera kujawab jangan dulu. Upaya Eunike putri kami menyebar info hilangnya Denisa, termasuk menyebar fotonya ke media cetak, online bahkan termasuk memasangnya di pohon dan tiang listrik, juga belum membuahkan hasil.

“Ma, nanti ada orang dari PLN mau tebas ranting pohon kita, Rosidah suruh siapkan teh dan penganan untuk menjamu.” – Pesan suamiku, bersiap berangkat kerja. – “Jangan lupa kabari Papa, kalau ada perkembangan kabar tentang Denisa”, yang kuiyakan sambil kucium punggung tangannya. – Aku sedang di dapur memasukkan nasi dan lauk pauk ke lemari makan, ketika tiba – tiba kudengar suara Rosidah dari depan, “Alhamdullillah Bu, Denisa sudah ketemu”. Aku bergegas berlari ke depan. Dan benar, kulihat Rosidah di bawah pohon yang dipangkas dengan wajah semringah, dan sementara dari atas pohon, Petugas PLN hati – hati turun menapaki satu persatu anak tangga bambu sambil menggendong Denisa yang langsung disambut Rosidah, berpindah ke dalam pelukannya. Betapa girangnya keluarga kami, Denisa telah kembali. Ya, Denisa primadona keluarga kami, kucing betina yang kami adopsi dari keluarga Pakde Gondo empat bulan lalu.


Salam

Ben Sadhana

Iklan

Posted Agustus 7, 2017 by Ben Sadhana in Jurnal, Sastra

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: