BENTOELISAN

Tegas – Lugas – Ringkas – Cerdas

Agustus 2017

Tinggalkan komentar


Dear,

Belum pudar dari ingatan tentang beragam peristiwa yang hilir mudik di media baik cetak, online maupun elektronik ya. Dan biasanya makin mantab nyamleng berkat bumbu – bumbu tambahan bila sudah masuk ke pelataran WA dan sejenisnya, betul ya 🙂 Mulai dari kasus plagiatisme oleh salah seorang rekan yang awalnya sempat merasakan nikmatnya pujian, kemudian pansus (atau apalah namanya) KPK yang sekarang mulai menguap seiring suapan nasi goreng dua jenderal akhir pekan lalu. Kemudian ada kasus maraknya kebakaran sekolahan di Kalimantan Tengah, plus terakhir kelangkaan garam di negara maritim. Yang masalah Pilkada DKI dan demo – demo berjilid berikutnya sengaja tidak saya sebut di sini, kuatir ada yang ngangetin lagi hehe.

Masalah demi masalah nasional seolah menjadi menu harian keluarga Indonesia (bukan lagi mie instan sebagaimana pesan niaga) 🙂 . Dan entah suka atau tidak, mau tidak mau ya mesti ditelan, wong semua stasiun tivi berlomba mawartakannya dengan adonan bumbu jurnalistiknya masing – masing. Kalaupun ada tivi yang tidak menyiarkan karena jauh dari kepentingan politik pemiliknya, itupun cuma tivi yang siarannya sudah mapan nyaman dengan sajian drama tentang mahkamah pengadilan akhir hayat orang – orang galak yang jahat sejak proses kematian hingga prosesi pemakaman digambarkan dengan gamblangnya. Jadi ya akhirnya nunggu warta berita saja 🙂 demi menjaga sehatnya akal.

Terlepas dari 2019 menjelang, rasanya kok kalau boleh milih biarkan semua masalah yang jauh dari rasional itu jangan pernah ada. Bayangkan, kasus sekolahan di Palangkaraya (konon dari warta terkini sudah mulai merembet ke provinsi sebelah, di Kualakapuas) yang mendadak gilirian terbakar. Semua sekolah yang rata – rata SD Negeri itu terbakar dengan begitu saja. Meskipun saat ini sedang dalam penyidikan, namun semua kejadian selain sangat minimnya saksi sebelum api terlanjur besar, juga tidak didahului dengan adanya indikasi penguat penyebabnya yang terdeteksi sebelumnya, mulai dari adanya gangguan arus listrik, maupun adanya modus dari pelaku (bila memang kebakaran ini disengaja) semisal sehari sebelumnya ada orang yang telihat mondar – mandir di sekitar sekolah. Sekali lagi masalah kontrol dan kewaspadaan yang lagi – lagi dibebankan kepada penjaga sekolahan plus keluarganya yang harus ikhlas menerima beban kasus ini. Dengan tidak bermaksud menyalahkan pemerintah dalam hal ini aparat pemerintah kota / daerah, ada baiknya di setiap titik (di manapun wilayah administratifnya) dimana ada objek penting seperti kantor pemerintah, unit layanan masyarakat, tempat ibadah dan sarananya serta lembaga pendidikan perlu adanya CCTC terpasang. Hal ini penting untuk cek dan antisipasi kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Juga penting adanya upaya pelatihan pemadaman api kepada para petugas keamanannya, termasuk bila memungkinkan adanya hidran terpasang di setiap atau sekitar bangunan vital.

Terakhir yang tidak kalah ngerinya, masalah kelangkaan garam di negeri maritim. Indonesia, negeri kita yang sebagaian besar wilayahnya adalah lautan mengalami kenyataan pasokan stok garam lokalnya yang minim dan langka, sehingga harganya membubung, kalah murah dengan garam kiriman dari negara benua tetangga. Kemana coba perginya garam – garam kita. Faktanya kalau kita sisir pantai utara pulau Jawa (Jaw Tengah saja deh), kita akan dihadapkan pada pemandangan tambak garam yang terhampar luas di sepanjang pantainya. Ironi dan nyata memang. Karenanya tidak heran beredar meme “Kemana garam kita ? Lha gudangnya garam saja isinya rokok.” Pengin ketawa tapi gak tega, bener.

Ok, hari ini 2 Agustus 2017, 15 hari menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, negara kita. Semoga segala hingar bingar masalah politik ekonomi sosial dan budaya segera mampu dihilangkan. Sehingga Indonesia mampu menjadi negara yang mandiri didukung oleh warga negaranya yang dewasa, menjunjung tinggi ideologi kebangsaan NKRI, bersatu padu menjunjung tinggi Pancasila lambang negara kita dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Sedikit nyentil pesan patriotisme Panglima Besar TKR Jendral Soedirman, bahwa tidak ada sedikitpun tempat untuk militer dalam politik, demikian juga sebaliknya.

Selamat hari Kemerdekaan, Dirgahayu Indonesia.


Salam

Ben Sadhana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s